Bila curah hujan tinggi dan dibarengi air laut pasang, seluruh halaman makam tergenang air, sehingga menjadi kendala bagi orang yang berkunjung ke makam tersebut.
Begitu juga dengan kondisi bangunan fisiknya sudah mulai terlihat retak-retak, hal ini menunjukkan kurangnya perhatian dan perawatan dari Pemkab Sidoarjo.
Selain itu sulitnya akses jalan menuju makam Dewi Sekardadu menjadi penghalang bagi para pengunjung untuk mendatangi tempat itu.
Padahal selama ini makam Dewi Sekardadu oleh Pemkab Sidoarjo selama ini masih dijadikan kawasan wisata religi yang sangat diandalkan, namun tidak dibarengi oleh pengelolaan dan perawatan yang serius.
Seperti halnya yang dituturkan oleh penjaga makam Dewi Sekardadu, Fatkurochman, mengatakan bahwa makam tersebut sudah mulai banjir semenjak dua tahun terakhir ini.
“Bila hujan deras dan disertai air laut sedang pasang, maka banjir akan menggenangi mushola dan halaman depan makam. Begitu juga sebagian balok penyangga yang terbuat dari kayu sudah mulai keropos,” katanya.
Menurut Fatkurochman, bahwa penyebab kawasan makam Dewi Sekardadu sering dilanda banjir adalah karena lahan bakau disekitarnya sudah gundul akibat pembalakan liar.
sehingga mengakibatkan air laut yang masuk kelingkungan makam tidak terhalang lagi dan langsung menghantam komplek pemakaman.
”Kalau dulu masih ada pohon bakau tidak sampai seperti ini kondisinya, sekarang sudah tidak ada lagi,” jelasnya.
Kondisi makam yang sudah rapuh dan kurang terawat tersebut dapat mengancam wisatawan yang ingin berkunjung.
”Oleh karena itu, hendaknya ada perhatian lebih dari Pemkab Sidoarjo atas keberadaan makam Dewi Sekardadu,” ujarnya.
Sementara itu, menanggapi kondisi makam wisata religi Dewi Sekardadu yang sangat memprihatinkan, akibat kena banjir rob, serta kurang terawatnya tiang-tiang penyangga dan lainnya.
Dinas Pemuda Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Sidoarjo melalui Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata, Suwignjo, mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan anggaran renovasi dan perawatan sekitar Rp 550 juta pada PAK APBD tahun 2011.
Namun sayang pihak-pihak yang berwenang masalah anggaran belum bisa merealisasikan dengan baik, karena anggaran diturunkan pada bulan Nopember 2011.
“Dengan tenggang waktu yang sangat pendek tersebut kami tidak berani melaksanakannya. Karena kami takut berbenturan dengan masalah hukum lebih baik ditunda di APBD 2012. Namun ternyata di APBD 2012 tidak mendapatkan respon yang baik, alias tidak disetujui,” tutur Wignjo.
Disporabudpar Sidoarjo selama ini sudah melakukan pemantauan, indentifikasi/pendataan sejauh mana keberadaan makam wisata Dewi Sekardadu tersebut.
Dan setelah membuat rincian kebutuhan, selanjutnya dibuatkan laporan ke pimpinan untuk dilalukan perbaikan atau renovasi.
“Harapan kami, kedepan makam wisata tersebut harus diperhatikan, dirawat serta dipromosikan lebih gencar lagi, agar banyak masyarakat yang mengenal tempat wisata religi Dewi Sekardadu itu,” ucapnya. (imams)

MOL G DADI THA,Lihat Di google Tutorial nya bikin blog jadi menarik(Thanks by Amrisaber.blogspot.com)
BalasHapus