Rabu, 09 Mei 2012

Kafe Kucing ala Jepang Buka di Vienna


Setelah tiga tahun bernegosiasi dengan pemerintahan kota soal kebersihan, Austria akhirnya membuka kafe kucing pertama pada 4 Mei. 'Cafe Neko', ("Neko" artinya kucing dalam bahasa Jepang), dibuka oleh warga Vienna Takako Ishimitsu, 47, yang asal Jepang. Pelanggan bisa mengelus dan bermain dengan lima kucing di kafe tersebut, semua kucing berasal dari tempat penampungan hewan dan kini bebas bermain di kafe dan tidur-tiduran.

Selasa, 08 Mei 2012

Makam Dewi Sekardadu

           BUDURAN (beritasidoarjo.com) Wisata religi makam Dewi Sekardadu yang terletak di Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran yang selamaini dibangga-banggakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo kondisinya sangat memprihatinkan.

             Bila curah hujan tinggi dan dibarengi air laut pasang, seluruh halaman makam tergenang air, sehingga menjadi kendala bagi orang yang berkunjung ke makam tersebut.

             Begitu juga dengan kondisi bangunan fisiknya sudah mulai terlihat retak-retak, hal ini menunjukkan kurangnya perhatian dan perawatan dari Pemkab Sidoarjo.
Selain itu sulitnya akses jalan menuju makam Dewi Sekardadu menjadi penghalang bagi para pengunjung untuk mendatangi tempat itu.

             Padahal selama ini makam Dewi Sekardadu oleh Pemkab Sidoarjo selama ini masih dijadikan kawasan wisata religi yang sangat diandalkan, namun tidak dibarengi oleh pengelolaan dan perawatan yang serius.
Seperti halnya yang dituturkan oleh penjaga makam Dewi Sekardadu, Fatkurochman, mengatakan bahwa makam tersebut sudah mulai banjir semenjak dua tahun terakhir ini.

            “Bila hujan deras dan disertai air laut sedang pasang, maka banjir akan menggenangi mushola dan halaman depan makam. Begitu juga sebagian balok penyangga yang terbuat dari kayu sudah mulai keropos,” katanya.
Menurut Fatkurochman, bahwa penyebab kawasan makam Dewi Sekardadu sering dilanda banjir adalah karena lahan bakau disekitarnya sudah gundul akibat pembalakan liar.
sehingga mengakibatkan air laut yang masuk kelingkungan makam tidak terhalang lagi dan langsung menghantam komplek pemakaman.

           ”Kalau dulu masih ada pohon bakau tidak sampai seperti ini kondisinya, sekarang sudah tidak ada lagi,” jelasnya.
Kondisi makam yang sudah rapuh dan kurang terawat tersebut dapat mengancam wisatawan yang ingin berkunjung.

          ”Oleh karena itu, hendaknya ada perhatian lebih dari Pemkab Sidoarjo atas keberadaan makam Dewi Sekardadu,” ujarnya.
Sementara itu,  menanggapi kondisi makam wisata religi Dewi Sekardadu yang sangat memprihatinkan, akibat kena banjir rob, serta kurang terawatnya tiang-tiang penyangga dan lainnya.

            Dinas Pemuda Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar)  Sidoarjo melalui Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata, Suwignjo, mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan anggaran renovasi dan perawatan sekitar Rp 550 juta pada PAK APBD tahun 2011.
Namun sayang pihak-pihak yang berwenang masalah anggaran belum bisa merealisasikan dengan baik, karena anggaran diturunkan pada bulan Nopember 2011.

                 “Dengan tenggang waktu yang sangat pendek tersebut kami tidak berani melaksanakannya. Karena kami takut berbenturan dengan masalah hukum lebih baik ditunda di APBD 2012. Namun ternyata di APBD 2012 tidak mendapatkan respon yang baik, alias tidak disetujui,” tutur Wignjo.
Disporabudpar Sidoarjo selama ini sudah melakukan pemantauan, indentifikasi/pendataan sejauh mana keberadaan makam wisata Dewi Sekardadu tersebut.

              Dan setelah membuat rincian kebutuhan, selanjutnya dibuatkan laporan ke pimpinan untuk dilalukan perbaikan atau renovasi.
“Harapan kami, kedepan makam wisata tersebut harus diperhatikan, dirawat serta dipromosikan lebih  gencar lagi, agar banyak masyarakat yang mengenal tempat wisata religi Dewi Sekardadu itu,” ucapnya. (imams)

Kapsul berisi daging manusia

Seoul: Pihak Bea Cukai Korea Selatan menyita ribuan kapsul selundupan dari Cina yang berisi bubuk daging manusia berasal dari janin dan jenazah bayi, demikian menurut para pejabat. Pihak bea cukai mengatakan kapsul yang dibuat di Cina timur laut itu diisi bubuk yang dibuat dari jenazah bayi yang dipotong-potong kecil dan dikeringkan di kompor.

Para pria yang membeli kapsul itu disebutkan percaya isinya dapat meningkatkan stamina seksual. Namun pihak berwenang menolak mengungkapkan asal bayi dan siapa yang membuat kapsul, dengan menyatakan kemungkinan bisa menjadi ketegangan diplomatik dengan Beijing. Para pejabat

Cina sendiri berupaya meredam produksi kapsul-kapsul itu sejak tahun lalu.
Pihak Bea Cukai Korsel sudah menggagalkan 35 upaya penyelundupan kapsul sejak Agustus tahun lalu dan berhasil menyita 17.450 kapsul. Badan Pengawas Makanan Korea Selatan mulai menyelidiki kasus itu tahun lalu dan belum ada laporan terkait efek samping mereka yang mengkonsumsi kapsul itu.
   
Kapsul yang mengandung daging manusia itu juga diperkirakan mengandung bakteri dan bahan berbahaya lain. "Kapsul itu dipastikan mengandung bahan berbahaya bagi tubuh manusia, termasuk bakteri super. Kami perlu mengambil langkah lebih keras untuk melindungi kesehatan publik," kata seorang pejabat Bea Cukai Korsel.

Makanan dan obat beracun merupakan masalah besar di Cina. Namun, sejauh ini tidak ada yang dijatuhi hukuman karena jumlah kapsul yang disita sedikit dan tidak diperuntukkan untuk jual beli. Media Cina menyebut provinsi-provinsi di timur laut merupakan sumber kapsul seperti itu.

Saat itu Kementerian Kesehatan Cina mengatakan akan menyelidiki klaim itu. "Cina memiliki ketentuan keras terkait dengan penguburan janin dan jenazah bayi serta plasenta. Praktik apa pun terkait limbah medis seperti ini dilarang keras," kata juru bicara Kementerian Kesehatan Deng Haihua.(BBC/ADO)